Pages

Monday, August 17, 2015

Manusia rakus, dan saya juga rakus

Manusia rakus, dan saya juga rakus
Aug 18th 2015, 13:06

image

RAKUS dan OGAH RUGI

bila ada yang bertanya kepada saya, “anda dokter, kenapa sok sokan menulis “agama” yang merupakan bidang diluar bidang anda??”

Jawabannya: karena saya adalah manusia yang memiliki sifat rakus dan ogah rugi.

Nah lo..bingung kan??
Begini penjelasannya, pengalaman di praktek menangangi pasien saya banyak bertemu dengan bukti kekuasaan Allah yang selama ini tidak saya temukan di sekolah ataupun pendidikan. Itu sangat bermanfaat buat iman dan pengetahuan saya. Bila saya pergunakan sendiri, maka saya hanya dapat satu kebaikan saja. Rugi dong cuman dapat 1. Namun bila saya tuliskan dan yang lain jadi menerima info bukti Kuasa Allah maka kebaikan yang saya dapat akan Allah lipat gandakan. Bukankah ada janji sedekah dilipatkan menjadi 700 kali?? Termasuk disini adalah sedekah ilmu. Bayangkan coba kalo yang membaca ada puluhan, ratusan hingga ribuan?? Berapa kali.lipat tuh?? Jangan khawatir juga buat yang sekedar membaca posting yang ada tentang Kuasa Allah juga mendapat satu kebaikan, dan bila menshare ulang ya akan mendapat lipat ganda tanpa mengurangi jatah saya maupun jatah downline saya.

Jadi, potensi dari promo tentang Allah dan kuasanya sangat menggiurkan saya untuk selalu berusaha menulis dan menyampaikan melalui media apapun.

Satu hal lagi, Allah beda dengan manusia. ALLAH kebalikan manusia, yaitu Allah selalu mau rugi. Apa maksudnya? 
Bila kita mendekat ke Allah satu langkah, maka Allah akan mendekat ke kita lebih banyak langkah.

Bila kita bersedekah 1 sen karena Allah untuk sesama ya fakir miskin yatim dll, Allah akan mengganti ratusan sen.

Itulah bedanya berbisnis antara bisnis dengan manusia atau bisnis dengan Allah.
DIJAMIN kita tidak pernah kecewa dan rugi bila bisnis dengan Allah.

Satu hal lagi, saya merasa kurang pas bila menggunakan kata bicara “agama” namun lebih pas bicara tentang “Allah” dan “iman”. Dan itu berlaku secara universal apapun agama kita. Contoh, tentang sedekah bukannya agama apapun mengajarkan tentang sedekah dan keutamaan sedekah? Bukannya agama apapun mengajarkan tentang Allah atau Tuhan Maha Kuasa dan Maha Berkehendak plus tidak ada yang tidak mungkin bila Allah berkehendak??



unsubscribe from this feed

No comments:

Post a Comment